2/6/2026
Observability Stack di AWS: dari log ke insight
Panduan praktis membangun observability stack di AWS, lengkap dengan strategi logging, metric, tracing, dan alerting.
ID
Kenapa observability itu penting
Saat traffic naik, error tidak selalu terlihat dari dashboard utama. Observability membantu kita menjawab tiga pertanyaan:
-
Apa yang rusak?
-
Di mana bottleneck terjadi?
-
Seberapa besar dampaknya ke user?
Arsitektur ringkas
-
Aplikasi mengirim log terstruktur (JSON).
-
Metric dikumpulkan per service dan endpoint.
-
Trace dipakai untuk melacak latensi antar service.
-
Alert dipicu berdasarkan SLO/SLA.
Jangan mulai dari 100 metric. Mulai dari metric yang langsung berdampak ke user.
Sinyal utama yang wajib ada
1) Logging
Gunakan format konsisten:
{"level":"error","service":"api-gateway","request_id":"req_123","message":"timeout upstream","duration_ms":2140}
2) Metrics
Minimal:
-
Request rate
-
Error rate
-
P95/P99 latency
-
Saturation (CPU/memory/queue)
3) Tracing
Distribusi trace membantu tahu service mana yang memperlambat request end-to-end.
Praktik alerting yang sehat
-
Alert berdasarkan gejala user-facing (mis. error rate > 2% selama 10 menit)
-
Hindari alert spam dari metric yang tidak actionable
-
Tambahkan runbook singkat di setiap alert
Checklist implementasi
Logging JSON aktif di semua service
Dashboard latency + error per endpoint
Alert utama terhubung ke channel on-call
Satu drill incident simulasi setiap bulan
Penutup: observability bukan hanya tool, tapi disiplin tim untuk menjaga kualitas layanan secara konsisten.
EN
(Write English version here)
EN
(Write English version here)